PROYEK UTOPIA
Sebuah proyek menulis kolaboratif untuk menghasilkan zine non-profit berbentuk antologi fiksi dan non-fiksi bertemakan utopia.Silakan menuju laman berikut untuk mengecek terbitan kami.
Tentang Proyek Utopia
Genre utama Proyek Utopia adalah fiksi dan non-fiksi spekulatif (speculative fiction & non-fiction), yaitu kategori fiksi dan non-fiksi berkenaan dengan genre dengan unsur-unsur yang tidak ada dalam kenyataan, catatan sejarah, alam, atau semesta saat ini beserta spekulasi-spekulasinya.Proyek Utopia diciptakan sebagai rumah bagi para penulis dengan visi serupa. Setiap orang tanpa dipungut biaya sepeser pun memiliki kesempatan untuk menjadi kontributor dan mengirimkan naskahnya.Zine diterbitkan dalam bentuk PDF sepanjang maksimal 100 halaman B5 per terbitannya. Penanggung-jawab proyek akan membaca satu per satu naskah dari kontributor untuk memastikan bahwa naskah yang dimasukkan dalam antologi sesuai dengan tema, subjek, dan genre yang dicari. Adapun apabila submisi naskah dari kontributor melebihi target penanggung-jawab proyek, seleksi naskah pun tak terhindarkan, harap dimaklumi. Naskah yang tak dimuat dalam Proyek Utopia akan dikembalikan kepada penulisnya masing-masing dan apabila yang bersangkutan memutuskan untuk melakukan publikasi naskah secara pribadi melalui Twitter, maka Proyek Utopia dengan senang hati akan membantu me-retweet publikasi tersebut, selama naskah berkaitan dengan Proyek Utopia.
Publikasi Proyek Utopia
Publikasi Proyek Utopia akan dimuat dalam bentuk digital, tepatnya pdf., yang aksesnya diberikan secara cuma-cuma, tanpa memungut biaya apa pun, kepada pembaca. Namun demikian, kami juga mengupayakan terbitan dalam format epub untuk aksesibilitas membaca yang lebih mudah.Pembaca diperbolehkan membagikan terbitan tersebut kepada orang lain untuk tujuan pribadi (personal use only). Dilarang menggandakan sebagian atau seluruh isi dari publikasi Proyek Utopia baik secara cetak maupun digital untuk tujuan komersil.
Pengiriman Naskah bagi Kontributor
Proyek Utopia menerima naskah berupa karya tulis fiksi dan non-fiksi bertemakan utopia dalam genre spekulatif.Naskah ditulis dalam font Times New Roman, ukuran 12 pt., spasi 1,15, dan ukuran kertas A4. Dalam setiap edisinya, satu kontributor dapat mengirimkan naskah dengan kepanjangan maksimal 3 (tiga) halaman A4. Naskah tersebut dapat terdiri dari lebih dari satu judul karya tulis.Informasi lebih lanjut mengenai aturan dan cara pengiriman karya dapat dilihat melalui laman google berikut.
© Proyek Utopia. All rights reserved.
yang telah terbit
Berikut merupakan publikasi kami. Pembaca diperbolehkan membagikan terbitan berikut kepada orang lain untuk tujuan pribadi (personal use only). Dilarang menggandakan sebagian atau seluruh isi dari publikasi Proyek Utopia baik secara cetak maupun digital untuk tujuan komersil.
# takdirnya utopia
Pada mulanya kami bermimpi, tentang kisah-kisah yang jauh dan dunia-dunia yang dekat. Kami ingin memetik semuanya satu per satu, lalu merajutnya menjadi sepotong selimut yang hangat untuk hari yang dingin. Namun, pertama-tama, kami harus mencari. Kami memutuskan dengan sangat hati-hati, Takdirlah yang mula-mula harus kami cari. Kami mencari dan mencari, dan kami pun bersua dengan para kontributor yang (semoga saja) berbahagia. Mereka mengantar Takdir kepada kami, untuk kita. Rajutan kami tak sempurna, tapi naskah-naskah yang menemani kami mengantar proyek kami sedikit lebih dekat pada kebahagiaan dan kesempurnaan.Pada rajutan pertama, Fatru Tamzil yang akan kita temui. Naskahnya berjudul Akhir Bahagia untuk Cucu Kakek, di mana kita akan bertemu sebuah dongeng yang lembut. Di sini kita harus memberi tahu diri kita, bahwa kita harus terlena. Terlenalah, sebab selanjutnya kita akan bertemu Kenny Andriana dengan naskahnya, Can You Use Your Flying Car and Come Pick Me Up? Ada dialog yang menunggu kita. Tanda tanya tentang nasib dan takdir dirajut dalam sebuah percakapan. Lalu ada Sofia Tantono dengan naskahnya, Sebuah Andaian. Dan, seperti kebanyakan andaian, sekali-kali kita harus berhenti pada titik dan koma pada kisah-kisah yang Sofia tuturkan, untuk berandai-andai dan meraba kembali ke mana perginya kebahagiaan kita. Naskah keempat adalah Tarus Lan dengan non-fiksi spekulatifnya, If Our Fate Is Set In Stone, Would It Matter What We Choose? Sabar, jangan jawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu sebelum kamu menyelesaikan paragraf terakhir. Biarkan dirimu percaya akan rapuhnya takdir kita di jagat raya.Segalanya terlalu mengerikan … mungkin. Oleh karenanya, temuilah naskah selanjutnya oleh Ranna Madellin, yang berjudul aku, merah, kau. Sebuah kisah cinta, bisa dibilang. Sebuah kisah tentang jodoh, bisa dibilang. Bacalah dengan merebah, dengan tersenyum, sebelum beralih menuju naskah selanjutnya: Plackeinstein, dengan karyanya Esirum. Sebuah pertanyaan ditegakkan tinggi-tinggi, mengenai alienasi dan dunia tempat kita mengada. Masihkah kita mengenal satu sama lain di sini? Barangkali masih, maka mari menuju naskah terakhir dalam rajutan takdir kami, Kemudian, Hilang oleh Nunggal Sera. Adalah kisah mencekam yang singkat, padat, dan unik. Hidangan penutup kita, untuk kemudian meninggalkan Proyek Utopia edisi ini dengan lebih banyak pertanyaan daripada sebelumnya.Demikianlah bagaimana kami merajut Takdir. Silakan menuju ke tautan berikut untuk membaca terbitan pertama kami, Subjek 01: Takdir.









